Review Hurt
Hai!
Akhir-akhir ini aku suka sekali
membaca cerita pada aplikasi Cabaca. Cabaca ini adalah aplikasi yang bagus.
Selain karena ceritanya yang keren-keren, aplikasi Cabaca ini tidak berbayar
alias gratis. Jadi, kalian bisa download aplikasi Cabaca.id pada playstore.
Oh, iya, aku baru saja menyelesaikan
salah satu cerita bergenre fanfiction pada aplikasi Cabaca. Cerita yang kubaca
berjudul “Hurt”. Pertama kali aku menemukan cerita ini adalah saat tengah
mencari-cari bahan baca lagi. Dan kebetulan aku tertarik untuk membaca cerita
fanfiction, akhirnya bertemulah aku dengan cerita ini.
Saat melihat cerita ini, mataku
langsung tertuju pada cover-nya. Sebuah wajah seorang gadis berwarna abu-abu
membuatku terhanyut. Menurutku antara judul dengan cover sangatlah serasi.
Warna abu-abu sangat mendukung jika disatukan bersama kata “Hurt” yang dalam
Bahasa Indonesia berarti menyakiti. Gambar ini seolah ikut merasakan rasa sakit
yang terkandung dalam cerita ini.
Terlepas dari cover, aku pun
membaca blurb yang ada terlebih dahulu. Sungguh tidak kusangka blurb-nya keren
seperti ini.
Jungkook tersenyum kecil. “Apakah
kita bisa bertemu lagi besok?” tanyanya.
Dan seperti biasa, Yoonju hanya
bisa menanggapi senyuman itu dengan anggukan.
Lagi pula, siapa yang bisa
mengatakan tidak pada laki-laki bermata cokelat tua dengan warna rambut senada
sepertinya? Bukan Song Yoonju pastinya, yang begitu mudah jatuh ke dalam segala
jenis keindahan – termasuk dalam tangan lelaki dengan suara semanis madu dan
senyum indah seperti Jeon Jungkook.
Mungkin lebih tepatnya, memang
tak ada seorang pun yang dapat mengatakan pada Jeon Jungkook, apa pun situasi
dan kondisinya, apa pun konsekuensinya – baik itu menyenangkan, maupun
menyakitkan.
Hurt sendiri merupakan kumpulan
cerita yang terdiri dari 15 judul yang berbeda, antara lain :
1.
Hurt
2.
Playboy
3.
I Write Sins not Tragedies
4.
Nearly Witches
5.
The One and Only
6.
Tangga
7.
Bat Out of Hell
8.
1810.97 Miles Part 1
9.
181.97 miles Part 2
10.
Jatuh
11.
Cinta
12.
Seoul
13.
Reasons to Love Him
14.
Coffe Dream
15.
Umbrella
Jujur, membaca cerita ini
sangatlah menguras emosi. Bagaimana tidak? Pembukaan cerita saja disuguhi
dengan alur yang harus menyiapkan hati agar kuat. Dan bagi kalian yang tidak
kuat siapkan saja tisu di depan kalian. Kisah Yoonju dan Jeon Jungkook pada bab
pertama benar-benar sesuai dengan judul. Yoonju yang diam-diam mencintai Jeon
Jungkook sungguh membuatku terharu. Perjalanan cinta mereka tidak mudah dan mendekati
realita yang sering terjadi di dunia ini. Sang penulis sangat mahir membuat
pembacanya masuk ke dalam cerita itu. Bahasa yang sungguh detail, oh, membuatku
jatuh cinta. Aku bisa lihat dari bab satu, penggambaran tentang perasaan itu
sungguh realistis sekali. Fokus menjelaskan apa yang tengah dirasakan tokohnya
juga dapat feel-nya. Keren!
Terlepas dari itu, yang paling
kucinta adalah bagian enam “Tangga”. Pada
bab ini aku benar-benar terpukau dengan alur dan ide yang penulis pakai. Hanya
dengan konsep tangga mampu membuat cerita yang apik. Bercerita tentang Yoonju
yang melihat Jungkook pertama kali merasa sangat kesal hingga akhirnya gadis
itu menerima untuk berteman dengan Jungkook. Dan saat itulah kisah mereka dimulai.
Jungkook selalu hobi membuat Yoonju naik-turun tangga, padahal Yoonju sangat
tak suka melakukannya. Sampai mereka berdua jatuh cinta dan Yoonju masih tetap
membenci naik-turun tangga.
Tentu saja, cerita ini
benar-benar menguras emosi. Namun jangan salah. Ada juga hal lucu dalam cerita
ini. Terutama bagian Nearly Witches. Disini bercerita tentang Jungkook yang
secara tidak sengaja menyihir Suga alias Yoongi menjadi seekor kucing. Kasihan,
sih, tapi ini sungguh lucu. Kalian tahu kan betapa temperamentalnya Yoongi.
Bayangkan saja jika dia harus berubah menjadi seekor kucing yang menggemaskan,
sungguh mengundang gelak tawa. Meski begitu, Jungkook merasa bersalah dan
berusaha mencari cara untuk mengubah Yoongi kembali menjadi manusia. Tetapi
bagaimana? Penasaran? Baca, yuk, di aplikasi Cabaca.
Seluruh judul di cerita ini sudah
kubabat habis. Satu kata yang kuucapkan adalah keren. Sungguh. Stella Togas
mampu mengolah kata dan ide-idenya dengan baik. Narasi yang ditulis juga runtut
serta memberi gambaran yang jelas. Patut diacungi jempol, apalagi jika dialog-dialog
sedikit ditambah agar tidak terlalu monoton narasi. Fanfiction yang keren
dengan pemain BTS sebagai tokohnya. Nuansa Korea mungkin lebih diperhatikan
lagi.
Jika aku memberi rating maka akan
kuberi 8/10.
Ah, iya, karena aku sangat menyukai BTS, jadi aku berharap mendapatkan Album BTS.
Sampai jumpa di review selanjutnya.

No comments:
Post a Comment