Monday, May 20, 2019

Terima kasih, ayah

Untuk ayah



"Semakin aku dewasa, kau semakin menua."

Ayah..
Semakin engkau mengalah, semakin aku paham, ketika menjadi orang tua memang banyak yang dikalahkan.
Aku mengerti.
Mulai sekarang aku akan belajar seperti itu.
Mengalah yang bukan berarti kalah.

Ayah..
Dulu kau sering membiarkanku terjatuh hingga menangis tersedu-sedu. Kau tak langsung menolongku, melainkan melihatku dulu menangis hingga lega. Lantas kau tersenyum saat menatapku berusaha bangkit dengan usahaku sendiri.
Sederhana.
Tapi, aku baru paham sekarang.
Itu pengajaran yang berharga.

Ayah..
Aku dulu selalu ingin pergi berkeliling dunia.
Aku ingin menikmati masa mudaku nanti dengan berkelana.
Dengan senyum yang teduh kau mempersilakan.
Kau juga bilang, rumah adalah tempat berpulang yang menyenangkan. Keluarga adalah orang-orang yang membahagiakan. Dan kau selalu bilang bahwa kebahagiaan di luar sana tak sebanding dengan yang ada di dalam rumah.
Rumah memiliki segalanya.
Aku jadi tahu dan memang merasakan.

Ayah..
Kau memang tak sukses dalam berkarier.
Bahkan, kau bukan orang yang berpendidikan tinggi layaknya sarjana.
Tetapi, kau berhasil membuatku mengatakan "aku ingin memiliki pendamping hidup seperti ayah."

Ayah..
Terima kasih.
Aku menyayangimu.
Perjuanganmu tidak bisa kubalas dengan apa pun.
Tangguh dan kuatmu menghadapi dunia yang keras demi menghidupiku juga tak kalah sulitnya.
Aku bersyukur memiliki kau.
Meski sekarang hanya tunggal, aku tetap bahagia.

Aku menghargai jerih payahmu.
Kau kepala sekolah sekaligus kepala keluarga bagi anak-anakmu.
Sehat-sehat, ya.
Aku setia di sampingmu.

No comments:

Post a Comment

LIRIK BTS "LIGHTS"

LIRIK BTS -  LIGHTS Hai guys, kalian pasti sudah tidak asing dong sama lagunya Bangtan yang berjudul Lights. Apalagi para Army ...